Alasan Memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan oleh Rufindhi

Judul di atas sering kali ditanyakan oleh orang-orang ketika tahu aku adalah mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan, baik yang awam dan baru pertama kali dengar jurusan ini maupun yang sudah expertdan berkecimpung lama di jurusan ini seperti kakak tingkat di kampus atau dosen. Untuk yang kakak tingkat dan dosen, mereka menanyakan itu lebih karena penasaran kali, ya.

Jujur, kalau dibandingkan dengan jurusan ngehits lain di kampus, jurusan Ilmu Perpustakaan mungkin masih kalah beken. Dari namanya sepertinya juga memengaruhi ya, ‘perpustakaan’ tidak terlihat wow dan dipandang begitu hebat seperti hukum dan ekonomi. 😅 Perpustakaan diidentikkan dengan buku dan suasana yang kaku. Membosankan, katanya. Ditambah lagi masih ada stereotip masyarakat tentang orang yang gemar baca buku, yaitu kutubuku, cenderung kurang pergaulan, cupu, atau sering disebut nerd.

Nah, di sini aku bakal meluruskan itu semua, sekaligus menjabarkan alasanku (dan teman-temanku) memilih jurusan ini, bahkan hingga aku sampai dua kali memilih jurusan ini dan dua lolos di sini dalam SBMPTN 2016 dan 2017.


Alasan Apa Adanya:

1. Suka baca buku

Masa sih ada yang milih Ilmu Perpustakaan karena alasan ini? Ada. Contohnya? Aku, hahaha. Tapi serius, salah satu faktor aku memilih jurusan ini dua kali di dua SBMPTN yang kuikuti karena aku suka baca buku. Dari namanya, Ilmu Perpustakaan, udah kelihatan banget kan ‘buku’-nya?

Udah, iyain aja. 🙂

Walaupun pada kenyataannya sih materinya tidak melulu tentang buku. Selain tentang perpustakaan itu sendiri, ada kearsipan, pemberkasan, informasi, bahkan teknologi (yang ini paling mantap).

2. Tertarik aja

Ini adalah salah satu alasan polos lainnya setelah ‘suka baca buku’. Ada yang alasannya ini? Ada, dan lagi-lagi contohnya aku, hahaha. Aku memang pada dasarnya punya keingintahuan terhadap segala hal, makanya tidak salah juga kalau salah satu alasanku memilih jurusan ini adalah karena tertarik aja.

3. Disuruh orangtua atau disarankan saudara

Bukan cuma jurusan beken seperti ekonomi, hukum, dan komunikasi saja yang dipilih karena disuruh orangtua. Yah, walaupun tidak sebanyak jurusan lain, tapi tetap ada kok yang memilih jurusan Ilmu Perpustakaan karena disuruh orangtua. Biasanya karena orangtuanya memang lulusan jurusan ini (orangtua kita memang paling jago untuk urusan promosi almamater sendiri), tahu prospek kerja nyatanya, tidak termakan stereotip dan isu miring dari masyarakat tentang jurusan ini, atau karena ada saudara yang sudah lulus dari jurusan ini dan terbukti memiliki karir gemilang.


Alasan Serius:

1. “Ingin mendalami dunia perpustakaan.”

Alasan serius pertama, yaitu memilih jurusan ini karena ingin mendalami dunia perpustakaan. Biasanya yang yakin banget dengan alasan ini karena dia udah tahu jurusan ini bakal mempelajari apa saja. Bisa jadi ada kakak, orangtua, tante, atau omnya yang sedang atau pernah kuliah di jurusan ini dan gencar promosi ke anggota keluarga lain yang sedang bingung memilih jurusan. Dan inilah yang sedang kulakukan ke adikku, promosi jurusan ini. Kalau dia dapat di sini, yang mengurus OSPEK jurusan angkatannya adalah angkatanku, jadi kayaknya bakal lucu (?), ya. Hahaha.

2. “Karena jurusan ini juga belajar teknologi.”

Ini juga alasan serius lain yang dimiliki oleh orang yang sudah mencari tahu tentang jurusan ini. Salah satu temanku membawa alasan ini lho, dan inilah yang membuatnya memilih jurusan Ilmu Perpustakaan sebagai pilihan pertama. Dia suka hal-hal yang berhubungan dengan belajar teknologi, komputer, graphic design, HTML dan CSS+ dasar, web, localhost, dsb. Kemudian dia juga sudah mencari tahu bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan juga ada mata kuliah tentang itu, bahkan minimal ada satu mata kuliah di setiap semesternya. Jika anak Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) belajar dari dasar banget dan membuat produk dari nol, kami yang jurusan Ilmu Perpustakaan di FIB belajar memakai produk-produk yang anak fasilkom hasilkan dan juga belajar memodifikasinya (cmiiw).

Ditambah lagi, sekarang sedang marak teknologi-teknologi canggih kan? Nah, mata kuliah yang kami pelajari juga mengikuti perkembangan zaman, khususnya teknologi. Bahkan yang mata kuliah perpustakaan dan kearsipan juga mulai mengikuti perkembangan zaman dengan mendigitalisasi proses penyimpanannya, pelestariannya, dsb.

3. Peluang kerjanya lumayan bagus

Ini juga alasan bagi yang sudah mencari tahu tentang Ilmu Perpustakaan dan tidak termakan stereotip masyarakat. Jurusan ini sebenarnya bisa dikatakan seperti manajemen. Bukan manajemen keuangan, melainkan manajemen informasi. Lulusannya bisa disebut information specialist, document controller, dsb. karena kami sudah belajar cara mengatur informasi, baik secara manual di lembaga informasi perpustakaan atau kearsipan maupun secara digital dengan menggunakan teknologi yang tersedia di zaman sekarang. Kemudian, semua lembaga atau instansi di dunia ini pasti memiliki dokumen dan informasi yang harus dikelola. Oleh karena itu, jika ada yang bilang prospek kerja jurusan ini hanya menjadi pustakawan saja, berarti kalian masih termakan stereotip masyarakat pada umumnya. =))

4. Mengejar impian

Ini merupakan salah satu alasanku masuk jurusan ini, yaitu mengejar impian. Banyak mimpiku yang berhubungan dengan perpustakaan, seperti membuat perpustakaan umum (atau taman bacaan), ada juga temanku yang memang ingin bekerja sebagai pustakawan (oh, menjadi pustakawan di perpustakaan luar negeri itu keren banget kan?), ingin menjadi profesor ilmu perpustakaan (jurusan kami ini hanya punya satu profesor―cmiiw), dan masih banyak lagi.

5. “Karena kalau di luar negeri, jurusan ini sangat dihargai dan terpandang.”

Nah, ini sebenarnya agak subjektif sih, tapi dosen kami sering bilang kalau di luar negeri jurusan ini tidak dipandang sebelah mata. Bahkan, untuk menjadi pustakawan, ada yang mengharuskan sudah menempuh S2. Mungkin dengan alasan ini, ada yang ingin melanjutkan studi S2-nya ke luar negeri? Mengeksplorasi perpustakaan di negara-negara maju yang katanya berbeda jauh dengan stereotip perpustakaan di negara kita sendiri.


Alasan Ada Apanya:

1. “Pingin masuk Fakultas X.”

Alasan memilih dan masuk ke jurusan ini karena “ada apanya” yang pertama adalah karena ingin masuk ke fakultas yang bersangkutan. Kalau di UI, ada yang memilih jurusan ini agar bisa punya sebutan ‘anak FIB’. Kalau di Unpad, ada yang memilih jurusan ini agar bisa punya sebutan ‘anak FIKOM’―Fakultas Ilmu Komunikasi. Tidak apa-apa tidak masuk Ilmu Komunikasi, yang penting masuk FIKOM.

2. Kecemplung

Ada yang masuk jurusan ini karema kecemplung? Ada. Biasanya faktor salah memilih, perkuliahannya di luar ekspekasi, dijadikan cadangan tapi ternyata dapat juga, dsb. Walaupun begitu, kecemplung ini konotasinya tidak negatif sih. Kecemplung kan artinya kita diterima di perguruan tinggi, sedangkan banyak orang yang ingin masuk perguruan tinggi tapi gagal. 😦 Jadi, apa pun yang kita dapatkan harus selalu disyukuri.

3.”Yang penting masuk Universitas Z.”

Ini 11:12 sama yang masuk karena fakultasnya, tapi kali ini masuk karena universitasnya. Ada yang memilih jurusan ini asal jadi anak UI, ada yang memilih jurusan ini asal jadi anak Unpad, dsb. Apakah hanya demi prestise? Hanya ia dan Tuhan saja yang tahu. =))

4. Main Aman

Ini menjadi alasan yang paling sering dipakai dan tidak bisa ditampik juga keberadaannya. Menjadikan jurusan ini sebagai cadangan. Berhubungan dengan ‘yang penting masuk Univ Z atau Fakultas X’. Peminat jurusan ini memang tidak sebanyak peminat jurusan Ekonomi atau Sastra Inggris, tapi jangan salah. Jurusan ini masuk tiga teratas lho dengan jumlah peminat yang tinggi di fakultas. Aku tidak tahu apa alasan di baliknya, apakah dipengaruhi oleh oknum-oknum yang ingin bermain aman atau bukan, tapi ini membuktikan kalau Ilmu Perpustakaan juga banyak dipilih dan dilirik. =))


Nah, itulah beberapa alasan yang bisa kujabarkan secara tidak lengkap, hahaha. Belum mencakup semuanya sih, tapi kurang lebih yang kujabarkan di atas memang benar-benar ada. Mungkin kapan-kapan aku akan membahas setiap mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini. =)

Yuk, masuk Ilmu Perpustakaan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *